Feeds RSS
Tampilkan postingan dengan label calon novelku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label calon novelku. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Juni 2013

Tentang Mimpi yang Menemukan Titik Terang

Ingatkah pada ulasan novel 'Ruang Rindu' kembali temukan kepingan mimpi. Aku tak pernah menyangka bahwa kesempatan besar ini telah datang secepat ini. Ketika novel 'Ruang Rindu' kuikutkan lomba OTACK.COM tidak menang. Saya kecewa? tentu saja iya. Pake banget, hehe. Sempat ragu, apakah aku harus menyerah? Menulis sepertinya memang bukan duniaku. Lalu, ketika aku putuskan ingin menyerah, ada sayembara menulis novel populer yang diadakan 'Bentang Pustaka' bertema 'wanita dalam cerita', meski sempat ragu ikut atau tidak, akhirnya aku ingin mencoba. Kubuka kembali naskah 'Ruang Rindu', aku baca ulang, aku edit lagi, aku tambahi beberapa adegan, dan di tanggal 2 Februari 2013, fix aku kirimkan ke email Bentang Populer.





Ketika melihat update peserta yang ikut lomba, aku mulai ragu akan menang. Dari 400 naskah, hanya akan diambil 8 naskah terbaik. Bayangkan, aku yang awam di bidang kepenulisan tak yakin jika mampu mengalahkan 400an naskah. Terlebih aku mengenal beberapa nama penulis yang kiprahnya di bidang kepenulisan tak diragukan. Tanpa banyak menaruh harapan tinggi, aku menunggu saja pengumuman.

Sabtu, 22 Juni 2013

'Remorse' versi 'Novel'

Calon novel ini diadaptasi dari karya skenario dan film pendek oleh Aris, Meski mengangkat ide cerita yang sama, tapi di versi novel ini saya buat berbeda dari versi skenario. Lebih detail dengan deskripsi dan narasi yang lebih nancep dihati. Special presented for those who cannot get someone who they love. Somehow, love doesn't enough to make someone stays beside us. We have to let someone we love goes, to let his/her finds another happiness. Happy Ending doesn't mean always to be together. Even happily ever after only imaginative things in fairy tales.























Minggu, 26 Agustus 2012

'Ruang Rindu' Kembali Mengumpulkan Kepingan Mimpi

*cover novel 'Ruang Rindu' yang kuikutkan dalam lomba resmi rilis di oheuncha.blogspot.com. Berbekal photoshop dan gambar di google, saya mencoba membuat ilustrasi cover calon novel saya sendiri.



Rasanya sudah sekian lama aku tak lagi menggoreskan tinta penaku pada sebuah lembaran kertas. Rasanya lama sekali aku terpuruk karena kegagalan sehingga membuatku takut untuk kembali berkarya. Lalu kurasakan dorongan kuat pada diriku bahwa aku rindu menulis, rindu berkhayal, rindu menikmati sensasi ketika aku merangkai kata demi kata, bab demi bab hingga terbentuklah suatu rangkaian cerita. Tapi sekali lagi aku belum punya cukup keberanian. Ditambah kesibukanku sebagai mahasiswa semester akhir yang disibukkan oleh tugas-tugas yang semakin banyak setiap harinya sehingga manajemen waktuku untuk menulis sangat berantakan.

Sinopsis 'Ruang Rindu' Chapter 2


Entah ada angin dari mana yang membuat mama dan papa Lexa meneleponnya, mengajaknya makan malam di sebuah restaurant ternama. Hal yang sangat jarang mereka lakukan. Dalam hati Lexa dipenuhi tanda tanya besar. Apa yang mereka inginkan darinya? Segala macam pikiran buruk berkelebat.

Sinopsis 'Ruang Rindu' Chapter 1


Lexa melangkah perlahan menelusuri sudut galeri, menikmati keindahan seni pameran lukisan karya pelukis-pelukis muda. Beragam aliran lukisan yang dipamerkan, masing-masing lukisan menyimpan karakteristik keindahan tersendiri. Di tengah menikati mahakarya, kedua mata Lexa terpaku pada sebuah lukisan keluarga. Di dalam sana terlukis seorang ayah, ibu dan anak kecil tertawa riang menikmati piknik di sebuah taman. Ketiganya tertawa riang. Tanpa ia sadari kedua tangannya meraih lukisan itu, merabanya sesaat, lalu tersenyum getir ketika menyadari bahwa dia tak lagi punya keluarga, ayah dan ibu yang dia rindukan kini sudah berbahagia dengan kehidupannya masing-masing. Tinggallah Lexa bertemankan sepi, karena kemanapun ia mencari kebahagiaan, ia tak pernah dapatkan. Karena baginya satu-satu kebahagiaan adalah kembali memiliki keluarga yang utuh. Ayah dan Ibu yang bersedia mencurahkan segala kasih sayangnya kepada Lexa. Ayah dan Ibu yang selalu mendukung dan memberi semangat ketika Lexa jatuh. Ayah dan Ibu yang selalu memberinya nasehat tentang kehidupan. Sayangnya, Lexa tak pernah mendapatkan semua itu.

Sinopsis 'Ruang Rindu'

           Di sebuah galeri, Lexa tersentuh melihat sebuah lukisan berjudul “Ruang Rindu”. Di dalam lukisan itu tergambar tanah lapang menghijau dipenuhi bunga edelways, di sudut gambar tergambar sosok cewek yang tak nyata, hanya berupa bayang. Lukisan itu seolah bercerita tentang kerinduan yang mendalam, namun sosok cewek yang dirindukan seolah hanya berupa bayang-bayang tak terjangkau. Lexa menatap lukisan itu lekat dan lama seolah ia juga merasakan hal yang sama. Dia merindukan kasih sayang, hal yang abstrak dan tak terjangkau. Disudut lukisan itu tertulis judul dan nama si pelukis. “Ruang Rindu” by Aditya.