Ketika melihat update peserta yang ikut lomba, aku mulai ragu akan menang. Dari 400 naskah, hanya akan diambil 8 naskah terbaik. Bayangkan, aku yang awam di bidang kepenulisan tak yakin jika mampu mengalahkan 400an naskah. Terlebih aku mengenal beberapa nama penulis yang kiprahnya di bidang kepenulisan tak diragukan. Tanpa banyak menaruh harapan tinggi, aku menunggu saja pengumuman.
Senin, 24 Juni 2013
Tentang Mimpi yang Menemukan Titik Terang
Ingatkah pada ulasan novel 'Ruang Rindu' kembali temukan kepingan mimpi. Aku tak pernah menyangka bahwa kesempatan besar ini telah datang secepat ini. Ketika novel 'Ruang Rindu' kuikutkan lomba OTACK.COM tidak menang. Saya kecewa? tentu saja iya. Pake banget, hehe. Sempat ragu, apakah aku harus menyerah? Menulis sepertinya memang bukan duniaku. Lalu, ketika aku putuskan ingin menyerah, ada sayembara menulis novel populer yang diadakan 'Bentang Pustaka' bertema 'wanita dalam cerita', meski sempat ragu ikut atau tidak, akhirnya aku ingin mencoba. Kubuka kembali naskah 'Ruang Rindu', aku baca ulang, aku edit lagi, aku tambahi beberapa adegan, dan di tanggal 2 Februari 2013, fix aku kirimkan ke email Bentang Populer.
Ketika melihat update peserta yang ikut lomba, aku mulai ragu akan menang. Dari 400 naskah, hanya akan diambil 8 naskah terbaik. Bayangkan, aku yang awam di bidang kepenulisan tak yakin jika mampu mengalahkan 400an naskah. Terlebih aku mengenal beberapa nama penulis yang kiprahnya di bidang kepenulisan tak diragukan. Tanpa banyak menaruh harapan tinggi, aku menunggu saja pengumuman.
Ketika melihat update peserta yang ikut lomba, aku mulai ragu akan menang. Dari 400 naskah, hanya akan diambil 8 naskah terbaik. Bayangkan, aku yang awam di bidang kepenulisan tak yakin jika mampu mengalahkan 400an naskah. Terlebih aku mengenal beberapa nama penulis yang kiprahnya di bidang kepenulisan tak diragukan. Tanpa banyak menaruh harapan tinggi, aku menunggu saja pengumuman.
10.07
|
Mustika Nur Amalia
Label: calon novelku
Permalink 1
Read more>>
Label: calon novelku
Permalink 1
Read more>>
Sabtu, 22 Juni 2013
'Remorse' versi 'Novel'
Calon novel ini diadaptasi dari karya skenario dan film pendek oleh Aris, Meski mengangkat ide cerita yang sama, tapi di versi novel ini saya buat berbeda dari versi skenario. Lebih detail dengan deskripsi dan narasi yang lebih nancep dihati. Special presented for those who cannot get someone who they love. Somehow, love doesn't enough to make someone stays beside us. We have to let someone we love goes, to let his/her finds another happiness. Happy Ending doesn't mean always to be together. Even happily ever after only imaginative things in fairy tales.
08.50
|
Mustika Nur Amalia
Label: calon novelku
Permalink 1
Read more>>
Label: calon novelku
Permalink 1
Read more>>
Kamis, 10 Januari 2013
Selasa, 04 September 2012
(Masih) Menunggu
Kita berada di jalan persimpangan, menunggumu untuk datang
padaku, menunggumu untuk sekedar menoleh di tengah hiruk pikuknya kasibukanmu,
aku selalu menunggu di sudut sana, meski kau anggap aku sebagai bayang-bayang
tak mengapa, meski kau anggap aku sebagai sosok penggembira aku pun terima. Dan
aku masih di sudut sana, menunggumu menyadari kehadiranku. Kadang inginku
beranjak, meninggalkanmu yang mengabaikanku, tapi bagaimana jika aku berbalik,
lalu kau menoleh padaku melempar senyummu?
Harapan harapan menjadikanku lemah, menjadikanku tetap bertahan meski
kadang aku hanya memperoleh harapan kosong. Kini hanya menunggu waktu kapan aku
lelah berdiri, hingga tulang benulangku tak lagi sanggup menahan rangka, hingga
tubuhku terkapar, dan disaat kau menyadari adanya aku, aku sudah tidak ada
disana, lapuk terkubur tanah.
09.20
|
Mustika Nur Amalia
Label: tanpa makna
Permalink 1
Read more>>
Label: tanpa makna
Permalink 1
Read more>>
Tanpa arah
Lama tangan ini yang tak merangkai kata. Kehidupan yang
seperti apa ini? Berdiri tegak, berjalan tanpa arah, menunggu sang waktu yang
menentukan arah? Inikah hidup yang sesungguhnya? Ketika mimpi menyerah pada
satu keadaan. Merasa diri tak mampu karena memang tak mampu. Semangat
terkalahkan ketakutan, keyakinan terpatahkan keraguan, optimisme berbuah
kegagalan lagi dan lagi, lalu mana yang disebut sebuah keberhasilan ketika
menemukan dunia yang kau impikan, saat itu pula kau meragukan duniamu. Inikah
yang disebut mimpi? Berani bermimpi setiggi tingginya, namun sekali lagi dihadapkan oleh kenyataan bahwa kau tak cukup
mampu. Dulu ku punya impian menggebu, dulu kuberani bermimpi
setinggi-tingginya, dulu…dulu sekali, aku tak pernah mengingatnya, lalu kemana
impian itu sekarang pergi? Kemana impian tinggi yang dulu terbayang kini
menjelma bayang bayang abu… Ketakutan, keresahan, realita, mengubah dunia yang
kau impikan menjadi seonggok debu yang kelabu. Tapi inilah dunia, seberapa
beranikah kau bertahan pada impian impianmu?
09.16
|
Mustika Nur Amalia
Label: tanpa makna
Permalink 1
Read more>>
Label: tanpa makna
Permalink 1
Read more>>
Ketika Ku Jatuh Cinta
Ingatkah kau pada malam berbintang di tengah kebisingan deru
mesin? Disana, disaat kita berdua menikmati rembulan yang redup oleh mendung.
Ketika kurasakan getar bergemuruh lirih. Namun menguat seiring letupan Guntur
yang mengarak uap air. Sedetik berselang rintik rintik menggelitik tubuh yang
gersang.
Dan hatiku tak lagi gersang. Dingin mencekam terasa
menyejukkan, rembulan redup telah menerang. Getar getar menjalar. Tetes-tetes
air meresap. Menyejukkan tiap pori yang mengering. Meski hanya berteman dengan
deru angin tanpa suara. Meski kau membisu. Teka-teki terbaca di kedua mata itu.
Apakah yang kurasakan ini, kau rasakan juga?
09.08
|
Mustika Nur Amalia
Label: tanpa makna
Permalink 1
Read more>>
Label: tanpa makna
Permalink 1
Read more>>
Selasa, 28 Agustus 2012
Ku Ingin Kau Untukku
Argha tak pernah menyadari,
kapan rasa itu telah datang? Yang ia tahu hanyalah, rasa bahagia saat melihat
senyum manis Pungky, terbayang selalu hangat candanya, serta debaran hati yang
kian tak menentu kala dekat dengannya. Tersirat tanya mungkinkah ia untukku?
Kala
Argha merenung, bayangan tentang hari-hari yang sudah ia lalui bersama Pungky
kembali terbayang. Masa-masa bercanda bersama, bahkan mengenang hal-hal yang
sangat kecil sekalipun. Tak jarang Argha sering terlihat tersenyum sendiri
tanpa maksud yang jelas. Apakah ia telah jatuh cinta?
10.12
|
Mustika Nur Amalia
Label: cerpenku
Permalink 1
Read more>>
Label: cerpenku
Permalink 1
Read more>>
Sempurna
Seharusnya Adin merayakan kebahagiaannya. Ia baru saja
mendapatkan pacar baru. Tapi entah apa yang terjadi, ia malah tak menyukai
keadaan ini. Tadinya ia adalah seorang gadis biasa, sampai akhirnya Regha
menjadi pacarnya, membuatnya dalam sekejap naik daun.
Yang terkenal sebenarnya bukanlah Adin,
melainkan Regha. Tak dapat disangkal Regha memang tipe lelaki idaman, segalanya
ia punya. Kecakepan, kekayaan, ketenaran, tak heran jika Regha selalu dikelilingi
banyak fans. Itulah yang membuat Adin tidak merasakan kenyamanan. Kemanapun ia
berada seolah banyak mata menatapnya sadis, dengan pandangan iri, mencela,
serta merendahkan.
10.01
|
Mustika Nur Amalia
Label: cerpenku
Permalink 1
Read more>>
Label: cerpenku
Permalink 1
Read more>>
Dilema
“Apakah kamu masih belum bisa membuka
hati?” tanya Reihan sekali lagi.
Dan hatiku kembali meragu. Untuk yang
kesekian kalinya, ia ungkapkan rasa itu, namun aku belum juga memberinya
jawaban. Aku tak mampu menjawab antara menolak ataukah menerima cintanya.
Aku tak ingin menerima karena hati ini
masih meragu, dan aku tak pula ingin menolaknya karena jauh di dasar lubuk
hatiku, aku meginginkannya. Namun aku juga tak mampu jika harus membuatnya
menunggu. Butuh berapa banyak waktu lagi? Dan apakah Reihan akan masih tetap
setia menungguku sampai kumantapkan hati.
09.50
|
Mustika Nur Amalia
Label: cerpenku
Permalink 1
Read more>>
Label: cerpenku
Permalink 1
Read more>>
Serpihan Hati
♥Y Serpihan Hati Y♥
Y Y
Aku menyadari memang akan seperti ini jadinya. Kuharus
menunggu lagi dan lagi. Kadang rasa lelah ini memaksaku untuk berhenti menanti,
menghapus segala mimpi dan anganku untuk memilikinya, namun ku tak mampu.
Karena…ku sudah terlanjur terjebak dalam kisah yang sama sekali tak kuketahui
bagaimana akhirnya nanti, dan memaksaku untuk tetap bertahan, menunggu waktu
yang kan
menjawab semuanya.
09.37
|
Mustika Nur Amalia
Label: cerpenku
Permalink 1
Read more>>
Label: cerpenku
Permalink 1
Read more>>
Langganan:
Postingan (Atom)













